Anda Pengunjung ke-

Alih Bahasa (Klik Bendera Untuk Mengalihbahasakan Blog ini)

ArabicJapaneseChinese SimplifiedRussianEnglishFrenchGermanSpainItalianDutch

Tulisan Terpopuler


ShoutMix chat widget

Harapan Itu Selalu Ada (Dari Orang Tua Pada Anak) 0

Sodikin Masykur | Selasa, Juli 31, 2012 | ,


Anakku,
Tak terhingga jumlah kata dari doa yg kami panjatkan kepada-Nya untuk kalian…
Kami meminta kepada Allah agar kalian sehat, kuat, cerdas, sholeh, berhasil, bahagia dan dicintai Allah…
Di tengah rasa hawatir kami yg dalam, kami berdoa, rasanya tidak ada sedetikpun waktu kami yang terbebas dari rasa khawatir kami terhadap hidup kalian…
Yang bisa kami lakukan sepanjang hayat kami hanya berdoa & berusaha menjadi orang tua terbaik untuk kalian…

Anakku,
Sering kami mengenang hidup masa lalu kami yang terus kami bandingkan dengan hidup kalian sekarang, bukan kami tidak percaya terhadap kasih sayang Allah, tapi kenyataannya kami selalu khawatir….

Anakku…
Tolong, tentramkan jiwa kami dengan akhlaq mulia kalian, buat hati kami bangga dengan ibadah & iman kalian, bikin hati kami gembira dg ilmu & amal sholeh kalian….
Ringankan mata & pendengaran kami dengan pergaulan indah & sholeh kalian…

Anakku..
Bila kami dipanggil Allah nanti, rawatlah jenazah kami dengan keikhlashan seperti kami merawat kalian ketika kalian bayi dulu….
Setelah kami di makamkan…
Anugrahkan hadiah besar untuk kami dalam bentuk kekhusyuan ibadah kalian…

Yaa Allah…
kabulkanlah harapan2 & angan kami ini…. Kami serahkan anak2 kami pada Mu untuk Engkau bawa mereka ke dalam ruang ridho Mu….
Kabulkan doa kami yaa Allah…
Aamiin Ya Robbal Aalaamiin.
(Gatot Widayanto)


 Teriring harapan itu, saya teringat, ada sebuah nasyid yang berkarakter dan memiliki visi misi yang kuat dalam membangun kehidupan yang berperadaban terminan dari harapan-harapan orang tua di atas. Yup, Harapan Itu Masih Ada, Mahakarya Shoutul Harakah itulah yang saya maksud. Tidak ada salahnya kita simak bersama lirik-lirik peradaban itu :


Tatap tegaklah masa depan
Tersenyumlah tuk kehidupan
Dengan cinta dan sejuta asa
Bersama membangun Indonesia

Pegang teguhlah kebenaran
Buang jauh nafsu angkara
Berkorban dengan jiwa dan raga
Untuk tegaknya keadilan

Bangkitlah negeriku harapan itu masih ada
Berjuanglah bangsaku jalan itu masih terbentang

Bangkitlah negeriku harapan itu masih ada
Berjuanglah bangsaku jalan itu masih terbentang

Selama matahari bersinar
Selama kita terus berjuang
Selama kita satu berpadu
Jayalah negeriku jayalah!

















Meraih Sukses 0

Sodikin Masykur | Selasa, Juli 31, 2012 |

Hikam :
"Dan carilah pada apa yang telah dianugrahkan Allah kepadamu kebahagiaan negeri akhirat, dan janganlah kamu lupakan bagianmu dari kenikmatan duniawi dan berbuat baiklah kepada orang lain. Sebagai mana Allah telah berbuat baik kepadamu dan janganlah kamu berbuat kerusakan dimuka bumi, sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan." (QS. Al-Qashash: 77)

"Orang mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai oleh Allah dari orang mukmin yang lemah." (Al-Hadist)

Kita diciptakan oleh Allah bukan untuk menjadi pecundang, tapi kita telah disiapkan oleh Allah, berpotensi untuk sukses. Tidak hanya pada ukuran dunia tapi juga untuk ukuran akhirat.

Rasulullah tidak hanya di akhirat tapi didunia juga sukses. Beliau tidak mau menjadi beban bagi orang lain. Usia 12 tahun sudah melakukan perjalanan untuk berdagang dan pada usia 25 tahun telah menjadi seorang pemuda yang bermutu akhlaknya dan terpercaya pribadinya.

Rasul merupakan pemuda yang sukses karena, pada saat memberikan mas kawin atau mahar pada Siti Khodijah, Rasul memberikan sebanyak 20 ekor unta muda yang artinya pada saat itu telah menjadi seorang pengusaha kaya raya yang sangat sukses.

Untuk menjadi pribadi yang sukses maka kita harus "tenang" karena keyakinan akan adanya kekuasaan Allah. Lalu, "terencana" dalam melakukan sesuatu, baru "tawakal". Kemudian "terampil" dalam berkerja; "tertib" dalam kehidupan; "tekun" dan "istiqamah" dalam mengatasi kejemuan; "tegar" dan sabar dalam menerima musibah dari berbagai macam kejadian; "tawadhu" atau rendah hati, karena kesombongan merupakan sarana yang paling efektif untuk menjatuhkan martabat kita.

Kesuksesan sejati adalah ketika kita berhasil meyakini semua ini adalah milik Allah, yang membuat kita menjadi tawadhu dan rendah hati, terus-menerus membersihkan hati dan terus meningkatkan kemampuan untuk mempersembahkan yang terbaik, yang terlihat dari kemuliaan akhlak dan sempurnanya amal dengan hati yang ikhlas. Insya Allah kita akan mendapatkan kesuksesan di dunia dan akhirat.

KH. Abdullah Gymnastiar