Anda Pengunjung ke-

Alih Bahasa (Klik Bendera Untuk Mengalihbahasakan Blog ini)

ArabicJapaneseChinese SimplifiedRussianEnglishFrenchGermanSpainItalianDutch

Tulisan Terpopuler


ShoutMix chat widget

Untukmu Anak-anakku Para Juara 0

Sodikin Masykur | Minggu, November 24, 2013 | ,

Tulisan ini saya persembahkan kepada anak-anakku kelas 6 angkatan ke-5 di SDIT Al'Ashr yang sebentar lagi akan segera meninggalkan sekolah tercinta untuk menimba ilmu di jenjang pendidikan yang lebih tinggi lagi.

Enam tahun bukanlah waktu yang singkat bagi kita untuk berinteraksi; berdiskusi, berdialog, dan berkompetisi, dan enam tahun juga bukanlah waktu yang panjang untuk menimba ilmu, bahkan Rosulullah pernah bersabda : "Uthlubul 'ilma minal mahdi ilal lahdi" tuntutlah ilmu mulai dari buaian sampai masuk ke liang lahat.

Enam tahun di SDIT Al 'Ashr barulah satu episode kehidupan yang belum lengkap.

Leader Camp Fornusa Kab. Bogor 0

Sodikin Masykur | Selasa, Juli 16, 2013 |

Setelah sukses dengan deklarasinya pada beberapa pekan yang lalu, fornusa (Forum Rohis
Nusantara) Kab. Bogor kini mencoba berlari cepat dengan melaksanakan program-programnya dalam rangka mengembangkan minat dan bakat para pelajar di kab. Bogor dan sekitarnya.

Diantara program yang telah terlaksana yaitu LEADER CAMP FORNUSA KAB. BOGOR. Kegiatan ini sendiri dilaksanakan dalam rangka menyambut Munas Rohis dan mengisi liburan sekolah sehingga liburan yang biasanya kurang bisa dimanfaatkan menjadi liburan yang penuh dengan makna.

Pada kesempatan tersebut, ratusan pelajar yang menjadi pengurus rohis dari puluhan SMA sederajat di kab. Bogor ini turut memeriahkan acara Leader Camp Fornusa yang dilaksanakan selama dua hari, yaitu dari hari Sabtu-Ahad, 29-30 Juni 2013 di masjid Al Hurriyah Kampus IPB Dramaga Kab. Bogor.

Berbagai acara dan materi menarik disuguhkan dalam Leader Camp Fornusa ini, diantaranya adalah Tarhib Ramadhan, materi kepemimpinan, mentoring, outbound dan lain-lain dengan menghadirkan para pemateri yang handal di bidangnya, antara lain ust Miftahus surur, M.A, dan ust Jevi.

Dalam kesempatan ini, ketua pelaksana ust Habib Hariri, S.Pd.I mengaku merasa gembira dengan terlaksananya kegiatan Leader Camp Fornusa, karena kegiatan tersebut terlaksana di tengah-tengah kesibukan dan dalam jangka waktu yang relatif singkat. ( Sodikin, S.Pd.I )

Ratusan Pelajar Muslim Deklarasikan Forum Rohis Nusantara Kab. Bogor 0

Sodikin Masykur | Selasa, Juli 16, 2013 |

CIBINONG - Sebanyak 565 siswa SMP dan SMA se-Kabupaten Bogor yang tergabung dalam Kerohanian Islam (Rohis) mengikuti Maulid Nabi Muhammad SAW di Gedung DPRD, kemarin.

Dalam kegiatan itu para siswa menampilkan berbagai kreativitasnya. Mulai dari penampilan drama dan teatrikal, puisi dan nasyid. “Kegiatan silaturahmi seperti ini akan terus kami adakan, semoga ini menjadi titik awal untuk mempersatukan Rohis yang ada di Kabupaten Bogor,” terang Ketua panitia Rudi Yudhistira.

Yudi menegaskan bahwa Rohis bukanlah teroris. Yang menyebutkan itu adalah fitnah. Kegiatan Rohis, lanjut dia merupakan kegiatan positif. Mulai dari belajar membaca Alquran, pendalaman tentang keislaman, dan juga mengadakan bakti sosial kepada masyarakat. “Pembentukan karakter muslim salah satunya ada di kegiatan Rohis,” terang Yudi.

Kegiatan itu, terselenggara berkat kerja sama Rohis Kabupaten Bogor dengan Komisi Nasional Rakyat Palestina (KNRP). Hadir pula anggota DPRD Kabupaten Bogor Dadeng Wahyudi dan DPRD Jabar Lalu Suryade. “Ini merupakan kegiatan positif bagi para siswa. Karena bila siswa bisa menyalurkankreativitasnya, saya yakin aksi tawuran di jalan tak akan terjadi,” kata Dadeng.

dari http://imlcbogor.org

Zhang Da, Anak Kecil Yang Menginspirasi 0

Sodikin Masykur | Sabtu, April 06, 2013 |

KISAH NYATA : Hidup Bocah Polos Zhang Da Menginspirasi Banyak Orang

Zhang Da harus menanggung beban hidup yang berat ketika usianya masih sangat belia. Tahun 2001, ketika usianya menjelang 10 tahun, Zhang Da harus menerima kenyataan ibunya lari dari rumah. Sang ibu kabur karena tak tahan dengan kemiskinan yang mendera keluarganya. Yang lebih tragis, si ibu pergi karena merasa tak sanggup lagi mengurus suaminya yang lumpuh, tak berdaya, dan tanpa harta. Dan ia tak mau menafkahi keluarganya.

Maka Zhang Da yang tinggal berdua dengan ayahnya yang lumpuh, harus mengambil-alih semua pekerjaan keluarga. Ia harus mengurus ayahnya, mencari nafkah, mencari makanan, memasaknya, memandikan sang ayah, mencuci pakaian, mengobatinya, dan sebagainya.

Yang patut dihargai, ia tak mau putus sekolah. Setelah mengurus ayahnya, ia pergi ke sekolah berjalan kaki melewati hutan kecil dengan mengikuti jalan menuju tempatnya mencari ilmu. Selama dalam perjalanan, ia memakan apa saja yang bisa mengenyangkan perutnya, mulai dari memakan rumput, dedaunan, dan jamur-jamur untuk berhemat. Tak semua bisa jadi bahan makanannya, ia menyeleksinya berdasarkan pengalaman. Ketika satu tumbuhan merasa tak cocok dengan lidahnya, ia tinggalkan dan beralih ke tanaman berikut. Sangat beruntung karena ia tak memakan dedaunan atau jamur yang beracun.

Usai sekolah, agar dirinya bisa membeli makanan dan obat untuk sang ayah, Zhang Da bekerja sebagai tukang batu. Ia membawa keranjang di punggung dan pergi menjadi pemecah batu. Upahnya ia gunakan untuk membeli aneka kebutuhan seperti obat-obatan untuk ayahnya, bahan makanan untuk berdua, dan sejumlah buku untuk ia pejalari.

Zhang Da ternyata cerdas. Ia tahu ayahnya tak hanya membutuhkan obat yang harus diminum, tetapi diperlukan obat yang harus disuntikkan. Karena tak mampu membawa sang ayah ke dokter atau ke klinik terdekat, Zhang Da justru mempelajari bagaimana cara menyuntik. Ia beli bukunya untuk ia pelajari caranya. Setelah bisa ia membeli jarum suntik dan obatnya lalu menyuntikkannya secara rutin pada sang ayah.

Kegiatan merawat ayahnya terus dijalaninya hingga sampai lima tahun. Rupanya kegigihan Zhang Da yang tinggal di Nanjing, Provinsi Zhejiang, menarik pemerintahan setempat. Pada Januari 2006 pemerintah China menyelenggarakan penghargaan nasional pada tokoh-tokoh inspiratif nasional. Dari 10 nama pemenang, satu di antaranya terselip nama Zhang Da. Ternyata ia menjadi pemenang termuda.

Acara pengukuhan dilakukan melalui siaran langsung televisi secara nasional. Zhang Da si pemenang diminta tampil ke depan panggung. Seorang pemandu acara menanyakan kenapa ia mau berkorban seperti itu padahal dirinya masih anak-anak. "Hidup harus terus berjalan. Tidak boleh menyerah, tidak boleh melakukan kejahatan. Harus menjalani hidup dengan penuh tanggung jawab," katanya.

Setelah itu suara gemuruh penonton memberinya applaus. Pembawa acara menanyainya lagi. "Zhang Da, sebut saja apa yang kamu mau, sekolah di mana, dan apa yang kamu inginkan. Berapa uang yang kamu butuhkan sampai kamu selesai kuliah dan mau kuliah di mana. Pokoknya apa yang kamu idam-idamkan sebutkan saja. Di sini ada banyak pejabat, pengusaha, dan orang terkenal yang hadir. Saat ini juga ada ratusan juta orang yang sedang melihat kamu melalui layar televisi, mereka bisa membantumu!" papar pembawa acara.

Zhang Da terdiam. Keheningan pun menunggu ucapannya. Pembawa acara harus mengingatkannya lagi. "Sebut saja!" katanya menegaskan.

Zhang Da yang saat itu sudah berusaha 15 tahun pun mulai membuka mulutnya dengan bergetar. Semua hadirin di ruangan itu, dan juga jutaan orang yang menyaksikannya langsung melalui televisi, terdiam menunggu apa keinginan Zhang Da. "Saya mau mama kembali. Mama kembalilah ke rumah, aku bisa membantu papa, aku bisa cari makan sendiri. Mama kembalilah!" kata Zhang Da yang disambut tetesan air mata haru para penonton.

Zhang Da tak meminta hadiah uang atau materi atas ketulusannya berbakti kepada orangtuanya. Padahal saat itu semua yang hadir bisa membantu mewujudkannya. Di mata Zhang Da, mungkin materi bisa dicari sesuai dengan kebutuhannya, tetapi seorang ibu dan kasih sayangnya, itu tak ternilai.

Pelajaran moral yang tampak sederhana, tetapi amat bermakna. Setuju kan?

Kalau SETUJU ayo LIKE dan SHARE ke teman - teman kita agar bisa meniru sikap luar biasa Zhang Da.


Dari : Sumber

Contoh Teks MC/Ceramah/Pidato 0

Sodikin Masykur | Kamis, Februari 07, 2013 |

Untuk memenuhi permintaan dan kebutuhan dari beberapa teman, anak didik, dan lain-lain yang menghendaki adanya contoh-contoh teks MC dan ceramah sebagai bahan latihan dan pembelajaran, dari itu saya persembahkan beberapa versi teks sederhana pembuka dalam MC, ceramah, dan lain-lain. (Berikut, di bawah ini contoh teksnya) 
Assalaamu’alaikum Wr. Wb.

1.      Alhamdulillaahi robbil ‘aalamiin, wassholaatu wassalaamu ‘alaa sayyidil mursaliin, wa ‘alaa aalihii wa shohbihii ajma’iin, ammaa ba’du..

2.      Alhamdulillaahi robbil ‘aalamiin, wa bihii nasta’iin ‘alaa umuurid dun-yaa wad diin, wassholaatu wassalaamu ‘alaa asrofil ambiyaai wal mursaliin, wa ‘alaa aalihii wa shohbihii ajma’iin, ammaa ba’du..

3.      Alhamdulillaahil ladzii hadaanaa li haadzaa, wa maa kunnaa linahtadiya laulaa an hadaanallaah, wassholaatu wassalaamu ‘alaa Rosuulillaah, wa ‘alaa aalihii wa shohbihii wa man waalah, laa haula walaa quwwata illaa billaah, ammaa ba’du..